Pagi ini, seseorang mengingatkanku supaya makan
sarapan pagi. So sweet walaupun gw bukan tipikal orang yang suka beromantis
ria. Ada rencana-rencana yang terpikirkan di otak kepala oleh karena itu mungkin
hari ini akan jadi hari yang sibuk dan sepertiya juga akan di jalani dengan
have fun!
“peringatan” sarapan pagi itu kemudian membuka
memori pertama kali datang ke kota ini, kota individualis tapi di klaim
metropolitan. Tidak pernah lelah ibu sms atau menelpon gw untuk mengingatkan gw
supaya tidak lupa sarapan pagi. Hal itu karena, gw udh terbiasa di sediakan
sarapan pagi oleh ibu sendiri semenjak sekolah dasar. Bangun sekitar jam
setengah 6 pagi , kemudian bergegas mandi dan tiba-tiba sudah muncul nasi
goreng atau sekedar mi instan plus nasi putih dan segelas susu, itu terjadi
setiap harinya ya ! setiap paginya.
Pertama kali datang ke Jakarta, gw harus
mencari sendiri sarapan pagi. Sekedar membeli nasi uduk atau memanaskan air
untuk membuat segelas susu sendiri bahkan air panas yang sama di gunakan untuk
membuat mi instan kadang-kadang. Tapi itu tidak terjadi setiap harinya karena
ada hari dimana gw harus masuk kuliah jam 7 pagi dan insidennya telat bangun
kemudian ga sempet sarapan pagi.
Menghadapi situasi berbeda, dibalik keresahan
dan kerinduan sarapan pagi plus kasih sayang dari ibu setiap paginya, gw harus
melawan itu hanya untuk janji kepada ibu supaya tidak lupa sarapan. Gw inget “
supaya ga mudah masuk angin” kata ibu saat itu klo menelfon.
Well, pengalaman sederhana tapi Allah
memberinya makna terdalam dari sebuah perjalanan hidup. Bahwa untuk mendapat
sesuatu kita harus bekerja bahkan hanya untuk sarapan pagi!
Day
after day, step by step i miss u mom !
Comments
Post a Comment